Tag: Museum Art di Jepang

7 Museum Art di Jepang Ini Bikin Kamu Susah Berhenti Kagum

7 Museum Art di Jepang Ini Bikin Kamu Susah Berhenti Kagum

Nggak diabaikan Jepang termasuk kota yang paling diminati oleh warga Indonesia dikala merencanakan wisata. Selain mempunyai masakan yang nikmat, adat istiadat lokal yang kental serta panorama alam yang menakjubkan, Jepang punya museum yang berisi profesi seni dari manusia-manusia bertalenta. Tidak cuma dalamnya, desain bangunannya malahan juga sesuai bisa predikat karya seni terbaik.

Museum Art di Jepang

Uniknya, sebagian museum art hal yang demikian terletak di sebagian pulau kecil seperti pulau Naoshima dan Teshima yang mungkin jarang memperoleh sorotan masyarakat Indonesia.

7 Museum Art di Jepang Ini Bikin Kamu Susah Berhenti Kagum

Berharap perjalanan yang berbeda dikala ke Jepang? Kunjungi 7 museum seni ini untuk menjadi saksi dari estetika masterpiece para artis dan arsitek Jepang.

1. Benesse House Museum

Coba deh sempatin jalan-jalan ke pulau Naoshima yang lokasinya berada di seberang selatan kota Okayama. Caranya? Naik saja kapal ferry dari Uno Ferry Port. Perjalanannya memakan waktu sekitar 15 menit.

Meski kecil, pulau yang tadinya tidak berpenghuni ini disulap menjadi pulau yang paling diburu pelancong sebab sudah dipenuhi karya seni dari sebagian artis, termasuk Benesse House Museum yang bangunannya yakni hasil rancangan dari Tadao Ando, arsitek otodidak asal Jepang.

Letaknya membikin Benesse House Museum ini menarik yakni, terdapat sebagian lukisan, patung, foto dan instalasi dari sebagian artis bertalenta serta sebagian arsitektur yang unik khas Tadao Ando. Minggu juga dekat dengan laut pedalaman Seto. Jadi, sambil merasakan karya seninya, kita juga dapat bertatapan seketika dengan sunset dan view yang keren.

Hari dan jam buka: Kalau – Sabtu, 08.00 – 21.00

2. Lee Ufan Museum

Dari Benesse House, kita berjalan kaki sekitar 700 meter ke utara, dan akan bersua dengan Lee Ufan Museum, yang bangunannya masih hasil slot rancangan dari Tadao Ando.

Lee Ufan Museum berisi karya lukisan dan patung dari artis korea Lee Ufan, yang sudah lama berkecimprung di Jepang. Tunggu hingga petang hari dikala sunset tiba, karenanya keajaiban dari instalasi-instalasi hal yang demikian akan tampak.

Di balik karya-karya Lee Ufan, desain bangunannya juga mencuri perhatian pengunjung, adalah bangunan semi-bawah tanah tanpa merubah lanskap aslinya. Minggu dipandang dari atas, memang nampak nggak rapi, namun di situlah letak seninya. Keren!

Hari dan jam buka: Selasa – Kalau, 10.00 – 17.30

3. Hakone Open-Air Museum

Bergeser ke Kanagawa sejenak, terdapat museum yang menawarkan masterpiece dari sebagian artis handal, yang letaknya berada di dalam dan luar gedung. Untuk outdoornya sendiri, letak tiap karya seni dijadikan berjauhan dari karya seni lainnya sehingga untuk menikmatinya, kita perlu berkeliling taman luas berbukit.

Hakone Open-Air yang harga tiketnya seharga 1600 yen ini, termasuk kids friendly sebab memberi ruang bermain yang artistik bagi buah hati untuk bereksplorasi, salah satunya instalasi Zig Zag World. Jadi, nggak usah takut bawa buah hati ke museum ini ya!

Hari dan jam buka: Kalau – Sabtu, 09.00 – 17.00

4. Chichu Art Museum

Bangunan Tadao Ando yang lagi-lagi bikin pengunjung kagum sebab desainnya yang unik serta minimalis. Ciri khas ruang semi terbuka, membikin museum ini minim penerangan buatan, alias cuma mengandalkan cahaya sang surya.

Minggu, museum ini tak terlalu ramai sehingga kita lebih dapat merasakan karya seni dari James Turrell, Walter de Maria dan Claude Monet dengan lebih konsentrasi.

Pastikan sebelum datang ke sini, telah beli tiketnya melewati online supaya gak perlu menunggu sebagian jam buat masuk ke Chichu Art Museum.

Hari dan jam buka: Selasa – Kalau, 10.00 – 18.00

5. Mori Building Tenang Art Museum

Kebayang nggak sih sama sebuah hasil karya seni yang melibatkan teknologi, seni, desain dan sains? Coba deh datang ke lantai 2 Odaiba Pallete Town di Tokyo. Museum yang dipelopori oleh teamLab dan pengembang urban inovatif adalah Mori Building ini, menawarkan pengalaman yang tidak terlupakan selama sebagian jam. Seperti berpetualang dan merasakan pengerjaan alam melewati teknologi yang kadang tidak dapat kita lihat seketika.

Teamlab yang melibatkan artis, programmers, matematikawan, engineers, animator dan arsitek ini, juga mengundang pengunjung berpartipasi via sentuhan dan gerakan yang dapat mewujudkan karya seni berbeda.

Siapkan mental sebelum berangkat sebab museum ini tentu padat pelancong. Minggu saja, museum sudah menyiapkan loker ransel untuk kau yang berharap menitip barang turunan.

Hari dan jam buka: Senin – Jumat, 10.00 – 19.00 & Sabtu, Kalau dan hari libur, 10.00 – 21.00

6. Teshima Art Museum

Kalau puas berkeliling di pulau Naoshima, seketika bikin jadwal untuk mengunjungi pulau Teshima seandainya ada waktu, sebab banyak yang memberi masukan museum Teshima Art untuk masuk rencana yang patut didatangi.

Hasil karya kolaborasi antara arsitek Ryue Nishizawa dan artis Rei Naito ini, berlokasi di bukit pulau Teshima, zona persawahan milik penduduk lokal Teshima yang seketika mengarah ke laut pedalaman Seto.

Letaknya membikin pengunjung sulit move on, sebab salah satu karyanya yakni air yang keluar terus-menerus dalam tanah. Bukannya terserap, air-air ini justru menyusun sebuah butiran-butiran kecil di lantai sebuah instalasi seni yang berbentuk oval dengan material beton tanpa pilar ini.

Datang ke museum ini, kau akan merasakan perpaduan alam, seni dan arsitektur yang saling berkoneksi dan saling melengkapi. Minggu tiba-tiba lapar, ada cafenya juga yang padi dan buah-buahannya diambil seketika dari sawah penduduk. Serius, pengen lama-lama di sini!

Hari dan jam buka: Rabu – Senin, 10.00 – 17.00

7. Matsumoto City Art Museum

Penggemar karya artis Yayoi Kusama nggak akan menyesal seandainya datang ke museum ini. di kota Matsumoto, yang memang yakni kampung halaman Yayoi Kusama, kita akan disuguhi sebuah ekshibisi yang bernuansa motif polkadot dan warna-warni yang bertabrakan. Mulai dari ruangan dalam, ruangan luar, kamar mandi, kursi luar, hingga mesin penjual minuman otomatis malahan bermotif polkadot.

Rindu dengan lukisan Yayoi? Satu ruangan telah dipersiapkan khusus untuk dapat merasakan lukisan dari artis yang gaya rambutnya nyentrik ini.

untuk kau yang berharap berkunjung, datang saja dikala weekdays di siang hari agar dapat merasakan pameran dengan lebih santai dan hening.