Dari Kolonial Hingga Modern Perjalanan Museum Geologi Bandung – Museum Geologi Bandung merupakan salah satu museum paling bersejarah di Indonesia yang menyimpan koleksi geologi, paleontologi, dan mineralogi dari berbagai daerah Nusantara. Museum ini berdiri pada 16 Mei 1929 dan diresmikan oleh pemerintah kolonial Belanda. Pembangunannya dilakukan oleh lembaga penelitian geologi bernama Dienst van den Mijnbouw (Jawatan Pertambangan).
Gedung museum ini dirancang oleh arsitek Belanda, dengan gaya arsitektur art deco yang khas dan megah. Lokasinya berada di Jalan Diponegoro No. 57, Bandung, bersebelahan dengan Gedung Sate yang juga menjadi ikon kota. Sejak awal, museum ini difungsikan sebagai pdiperjuanganbadung.id tempat penyimpanan hasil penelitian geologi, termasuk batuan, fosil, dan peta sumber daya alam Indonesia.
Peran Museum Geologi di Masa Kolonial dan Kemerdekaan
Pada masa kolonial, Museum Geologi berperan penting dalam mendukung eksplorasi tambang dan sumber daya alam di Hindia Belanda. Data dan koleksi yang dikumpulkan digunakan untuk memetakan potensi tambang emas, batubara, minyak bumi, hingga batuan vulkanik yang tersebar di berbagai pulau.
Setelah Indonesia merdeka, museum ini resmi dikelola oleh pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Sejak saat itu, Museum Geologi tidak hanya berfungsi sebagai pusat penelitian, tetapi juga sebagai sarana pendidikan dan wisata ilmiah bagi masyarakat umum.
Renovasi dan Modernisasi Museum
Seiring waktu, bangunan museum mengalami beberapa kali perbaikan dan modernisasi. Salah satu renovasi besar dilakukan pada tahun 1999 dengan bantuan dana dari pemerintah Jepang (JICA). Renovasi tersebut mencakup pembaruan interior, tata pencahayaan, serta penataan koleksi agar lebih informatif dan menarik bagi pengunjung.
Pada tahun 2000, Museum Geologi Bandung diresmikan kembali oleh Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri. Sejak saat itu, museum tampil lebih modern dan interaktif dengan ruang pameran yang dibagi menjadi beberapa zona tematik seperti Sejarah pkb-juang.id Kehidupan Bumi, Sumber Daya Alam, dan Geologi Indonesia.
Koleksi dan Daya Tarik Museum Geologi
Museum ini menyimpan ribuan koleksi unik yang merekam sejarah bumi dan kehidupan di Indonesia. Salah satu koleksi paling terkenal adalah fosil gajah purba (Stegodon trigonocephalus), fosil manusia purba Homo erectus, dan batuan vulkanik dari berbagai gunung di Nusantara.
Selain itu, museum juga memiliki peta geologi Indonesia, batu mulia, serta model proses pembentukan gunung berapi dan gempa bumi. Setiap ruang pamer dilengkapi dengan penjelasan ilmiah yang mudah dipahami oleh pengunjung dari berbagai usia, menjadikannya sebagai tempat edukasi sekaligus rekreasi.
Kesimpulan
Sejarah Museum Geologi Bandung adalah cerminan perjalanan panjang ilmu pengetahuan geologi di Indonesia. Dari masa kolonial hingga era modern, museum ini tetap menjadi pusat edukasi, penelitian, dan pelestarian warisan geologi bangsa. Dengan arsitektur bersejarah dan koleksi yang kaya, Museum Geologi Bandung tidak hanya menjadi kebanggaan Kota Bandung, tetapi juga menjadi jendela bagi masyarakat untuk memahami kekayaan alam dan sejarah bumi Indonesia.